Kamis, 05 September 2019

STRATEGI BISNIS DIBALIK KISAH NABI NUH 'ALAIHISSALAM

Strategi Bisnis dibalik Kisah Nabi Nuh 'Alaihissalam

oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****
Terkisah Nabi Nuh 'Alaihissalam, yang diuji dengan ummat yang sukar diajak tuk beriman. Terkabar ilahi akan hadirnya banjir bandang. Nabi Nuh 'Alaihissalam kemudian membangun kapal diatas gunung nan tinggi. Semua orang mengejek, mencela, bahkan menganggap gila. Tak hanya ummatnya, anaknya pun tak sanggup ia selamatkan.

Banjir besar pun datang. Menyapu peradaban. Kecuali mereka yang beriman. Yang memilih menaiki bahtera harapan. Itulah sejengkal kisah peradaban. Dihadirkan agar diambil pelajaran.

***

Kali ini saya tidak pada posisi membahas kisah Nabi Nuh sebagai seorang nabi. Karena memang Saya tidak pakar dalam hal tersebut. Namun ijinkan hamba nan bodoh ini mengambil ibroh bisnis dari kisah Nabi Nuh.

Kisah Nabi Nuh dan kapalnya mengusik fikiran saya. Bagaimana kisah Nabi Nuh ini berkesuaian dengan apa yang terjadi dalam dunia bisnis sekarang : disruption atau penggilasan.

***

Di tahun 1990an, santer terdengar isu tentang perkembangan dunia telekomunikasi. Isu santer itu bernama Global System for Mobile-Communication atau yang disingkat dengan GSM. Ada isu besar, bahwa ada teknologi yang membuat manusia tak lagi berkomunikasi via kabel. Teknologi ini membuat manusia bisa terhubung secara nirkabel.

PT Telkom sebagai raksasa telekomunikasi sedang menikmati indahnya pembayaran tarif telepon fix line. Dengan bersumber dari pembayaran telepon rumah, Telkom sedikit terbuai, namun tidak untuk beberapa orang yang meyakini "Banjir Bandang" akan datang. Banjir Bandang itu bernama GSM.

Sejak tahun 1993, mereka bergerak mendirikan bakal calon anak perusahaan yang kan berteknologi GSM. Dan di tahun 1995, berdirilah Telkomsel.

Membangun Telkomsel di tahun 1995, ibarat membangun Kapal diatas gunung. Tidak sedikit pesimisme dan cibiran berdatangan dari mereka yang tidak "mengimani" banjir bandang GSM. Itulah kabar burung yang saya dengar dari para pendiri Telkomsel di generasi pertama. Mereka seakan orang-orang aneh dalam sejarah.

Di tahun awal-awal pendiriannya, Telkomsel cukup terseok menghadirkan layanan. Pelanggan pun masih sangat minim. Maklum, tekonologinya masih belum merata.

Sejarah berlalu, banjir bandang pun terjadi. Arus GSM mengalir keras ke peradaban. Perangkat mobile phone menyesaki saku-saku penduduk Indonesia. Peradaban telepon rumah seakan ditinggalkan. Sebagian dipertahankan untuk sekedar syarat pencairan kredit bank.

Kini, konon Telkomsel memasok mayoritas pendapatan Telkom Group. Perusahaan yang dahulu dicibir ini mendadak menjadi "Bahtera Nuh" bagi perusahaan raksasa telekomunikasi Indonesia. Selamat.

***

Sejalan dengan cerita Nabi Nuh, teknologi GSM ini hadir bersamaan dengan teknologi internet, surel dan kerabatnya. Sebuah perusahaan jasa pengiriman nasional yang tak bisa saya sebutkan namanya, entah bagaimana, tidak begitu mengimani kabar hadirnya "Banjir Bandang" Teknologi.

Kini perusahaan tersebut bertahan walau berat. Andai perusahaan tersebut sempat membangun "Bahtera Nuh"-nya, Saya yakin, keadaan perusahaan tersebut tak akan seperti saat ini.

Aset-aset perusahaan tersebut kini mulai menua dan tak terawat. Model bisnis mereka kini mulai direvolusi menjadi payment gateway dan ekspedisi barang. Walau terseok, mereka tetap bertahan. Persis seperti kampung paska banjir : recovery nya berat.

***

Ada beberapa hal yang dapat kita petik ambil pelajaran :

1. Banjir Bandang Pasti Datang

Dalam dunia yang terus bergerak, perubahan adalah hal yang pasti terjadi. Yang jarang disadari adalah... perubahan yang terjadi akan berdampak seperti banjir bandang.

Perhatikan hal berikut ini,

Anda berbisnis di industri kapal feri. Sebuah moda angkutan laut jarak pendek. Biasanya menghubungkan pulau antar selat. Apa yang terjadi jika pemerintah berhasil membangun jembatan atau terowongan bawah laut? Banjir bandang.

Anda berbisnis jualan pulsa, bagaimana jika suatu hari dunia terkoneksi internet, sehingga orang tidak perlu lagi membayar pulsa untuk berkomunikasi? Banjir bandang.

Anda memiliki bisnis kursus bahasa inggris, bagaimana jika suatu saat, ada platform edukasi bahasa inggris yang tidak lagi membutuhkan kehadiran fisik peserta didik? Banjir bandang.

Bisnis apa pun yang kita lakukan hari ini, tidaklah lepas dari ancaman banjir bandang. Karena begitulah dunia terus berubah

2. Bangunlah Bahtera Nuhmu

Banjir Bandang adalah keniscayaan, namun hal itu bukanlah ancaman ketika Anda berhasil membangun Kapal diatas gunung. Seperti Telkom yang berhasil membangun Telkomsel, Seperti Trans Grup yang berhasil memodifikasi Mallnya menjadi wahana rekreasi, karena mereka menyadari.. bahwa orang tidak akan lagi datang ke mall untuk berbelanja, namun untuk rekreasi. Dan biarkan impulse buying sebagai trigernya.

Apakah Anda sudah membangun kapal Nuh Anda?

3. Yang menghina hanya akan tenggelam

Lihatlah kisah Nabi Nuh, mereka yang menghina akhirnya larut bersama banjir bandang.

Ini persis seperti kesadaran Kodak akan kamera digital. Mereka menertawakan konsep camera digital yang tidak memiliki film didalamnya. Kodak menertawakan kapal Nuh yang dibangun canon. Dan sekarang kodak tenggelam dalam "kekufurannya"

Begitulah nokia, yang menertawakan android, dimana nokia sangat mengagung-ngagungkan symbian nya. Dan akhirnya mereka harus tenggelam bersama kesombongannya.

Begitulah biro-biro travel yang tidak move on ke perilaku digital. Mereka harus gigit jari melihat Traveloka melahap hampir seluruh market share penjualan tiket mereka. Mereka tenggelam bersama banjir bandang perubahan.

***

Semoga Allah melindungi saya, Anda dan kita semua, dari Banjir Bandang yang tak kuasa kita atasi.

Dan semoga Allah menuntun Saya, Anda dan kita semua, agar mampu membangun Bahtera Nuh yang seharusnya.

KR Business Notes
Ahad, 3 Maret 2019

ORANG HEBAT YANG MERUSAK TATANAN

Orang Hebat yang Merusak Tatanan

oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****

Sahabat saya menelpon di tengah malam, karyawannya yang terbilang hebat memutuskan untuk resign. Hal ini tidak tiba-tiba, kawan saya sudah lama mengeluhkan tentang sikapnya yang tidak mau ikut aturan, namun hebat di sisi yang lain.

Sebelum saya membeberkan jawaban saya, alangkah baiknya saya menjelaskan duduk persoalannya secara lengkap.

Karyawan yang dimaksud oleh kawan saya ini termasuk orang lama di perusahaannya. Dia memiliki keahlian dalam membangun arus pengunjung ke restoran miliknya. Ramainya restoran tidak lepas dari kekuatannya dalam melobi banyak tamu rombongan.

Namun ada yang kurang dari sosok ini. Dirinya merasa paling berjasa, dan relatif selalu menuntut ini itu ke organisasi. Ancaman pengunduran diri selalu dilontarkan agar benefit naik. Biasanya, owner memilih untuk terus mempertahankan sang karyawan "hebat".

Seiring besarnya restoran, SDM pun bertambah, sang karyawan hebat ini kemudian mulai terlihat tidak pandai dalam memimpin orang. Beberapa training kepemimpinan sudah diselenggarakan, namun dia memutuskan untuk tidak hadir. Dia enggan mendidik tim. Kehebatannya benar-benar di keterampilan individu.

Akhirnya manajemen memutuskan untuk merekrut mantan Manajer dari sebuah restoran besar kenamaan. Sang karyawan hebat pun merasa dinomor duakan. Sikapnya makin berbenturan dengan organisasi. Datang terlambat, meeting tidak hadir, ijin se enaknya. Namun demikian, dia tahu bahwa kekuatannya ada pada menghadirkan pengunjung, maka dia tetap bekerja serius melobi rombongan-rombongan wisatawan di akhir pekan. Kawan saya pun dilema.

"Rend, orangnya hebat, memang OK banget ngedatangin orang, tapi aku ini banyak gak didengar, koordinasi sama yang lain gak bisa, ngerusak sistem, yang lain jadi ketularan suka seenaknya"

Saya pun memberikan pendapat, dengan memaparkan beberapa poin,

1. Jalannya organisasi harus bergantung pada sistem, bukan pada individu.

Saya bilang ke teman saya, mau sampai kapan disandera sama karyawan. Sekarang dia minta pengunduran diri dan ini sudah kesekian kalinya. Permintaan pengunduran diri selalu berbuntut pada minta naik gaji dan fasilitas. Dan sekarang dia mau coba lagi.

Lalu kemudian, bagaimana jika suatu saat karyawan Anda meninggal dunia, apakah bisnis ini mau di stop? Menurut saya, adakalanya memang SDM itu harus pergi meninggalkan organisasi. Natural saja.

2. Organisasi harus lebih utama dari individu.

Dalam organisasi itu, gak boleh ada orang hebat, lalu yang lain penggembira. Didalam organisasi itu, yang ada adalah tim yang hebat. Tim yang saling mendukung. Tidak boleh ada sosok yang merasa lebih berjasa dari yang lainnya.

Jika ada orang yang merasa lebih berjasa dan hebat, itu penyakit. Biasanya dia bertindak seenaknya. Sesuai seleranya. Padahal organisasi punya aturan dan mekanisme.

Tidak hadir meeting, tidak hadir training, tidak melaksanakan briefing tim, itu semua menghambat laju organisasi. Jika urusannya hanya traffic pengunjung, organisasi dapat melakukan rekrutmen. Organisasi tidak akan berakhir karena kehilangan 1 orang.

3. Pembangkangan itu menular.

Jika ada orang hebat yang membangkang, terkadang kita masih punya toleransi. Namun yang mengerikan itu, jika yang membangkang adalah mereka yang memang tidak perform. Ini gawat.

Orang hebat yang berlaku se enaknya akan ditiru oleh teman-teman yang lainnya. "Itu dia telat gak papa!", akhirnya telat semua. Organisasi tidak mengenal istilah previlage : "dia boleh melanggar aturan, karena dia orang hebat".

Maka, dari 3 paparan diatas, saya rekomendasikan ke sahabat Saya untuk menerima pengunduran diri karyawan hebatnya. Dan sang karyawan pun tekejut, kok bosnya gak nahan-nahan dia lagi. Hehehehe...

***

Sudah saatnya UKM itu tegas. Jangan mentang-mentang orang lama, dielus-elus. Jangan mentang-mentang orang lama, terus gak ditegur, gak di upgrade untuk lebih baik. Jangan mentang-mentang ada SDM hebat, terus Anda jadi terdikte. Jangan sampai.

Jika ada orang hebat yang merusak tatanan. Tegur saja baik-baik. Jika masih tidak mau ikut aturan, pecat saja. Keberlanjutan organisasi lebih penting daripada kehebatan individu.

KR Business Notes
Jumat, 01 Maret 2019

MEMAKNAI REPEAT ORDER

Memaknai Repeat Order

oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****

Sebagai pebisnis start up/pemula, terkadang kita berfokus pada penjualan pertama atas barang yang kita tawarkan. Hal itu wajar, karena kita memang harus berusaha kerasa agar dagangan kita laku di awal, atau dengan bahasa yang lain : agar kita bisa memiliki cashflow untuk tetap survive. Atau lebih jauh dari hal itu, kita membutuhkan dana untuk modal kerja berikutnya.

Diantara kita, jarang ada yang menyadari bagaimana suasana batin pembeli saat membeli untuk pertama kali.

Waktu mereka membeli untuk pertama kali, berarti dia sedang mencoba untuk merasakan produk kita. Dengan kata lain, pembeli masih mengukur, apakah uang yang dia keluarkan sebanding dengan dia dapatkan? Apakah produk yang dia beli sesuai harapan yang ia bayangkan? Apakah yang Anda janjikan sesuai dengan kenyataan?

Jika ternyata produk yang kita jual tidak sesuai yang pembeli harapkan, maka pembeli tidak akan melakukan pembelian ulang atau repeat purchase. Kita sering membahasakannya dengan bahasa repeat order.

Ketidak puasan terhadap produk juga dapat mendorong pembeli untuk melakukan negative campaign terhadap produk kita. Ini lebih mengerikan lagi, kita mengubah pembeli menjadi tim kampanye negatif yang akan terus menyudutkan produk kita.

Berbeda jika pembeli merasa puas dengan produk kita, pembeli akan sangat berbahagia untuk melakukan pembelian berulang atas produk kita. Pembeli kemudian akan terus melakukan pembelian sehingga ia berubah menjadi pelanggan. Dan disanalah harapan dari sebuah bisnis : sebuah kontinuitas dari cashflow. Sebuah keberterusan dari pemasukan.

Dan lebih jauh dari itu, pembeli akan berubah menjadi pembela produk kita. Dari sekedar market, seorang pembeli lalu berubah menjadi marketer.

***

Maka, cobalah maknai pembelian ulang yang terjadi pada bisnis kita :

Pembelian ulang bermakna bahwa,

1. Pembeli merasa puas atas produk yang kita jual.

2. Pembeli bersepakat bahwa harga yang Anda tetapkan adalah sebanding dengan apa yang ia dapatkan.

3. Pembeli merasa nyaman atas servis yang Anda tawarkan.

4. Pembeli memiliki kebutuhan yang kontinu atas barang yang Anda jual.

5. Bisnis Anda telah melewati tahap validasi value, atau dengan kata lain, nilai dari produk Anda telah diakui oleh pasar. Buktinya mereka membeli terus menerus. Itu bukti valid jika produk Anda benar.

***

Dari pemaknaan diatas, Saya ingin mengajak Anda GELISAH, jika Anda tidak mengalami pembelian ulang.

Saya ingin mengajak Anda GELISAH, jika Anda harus selalu mencari pelanggan baru terus menerus.

Walau produk yang Anda jual relatif tidak untuk dibeli ulang - misalkan buku ensiklopedia anak - , tetap Saja Anda harus berhati-hati pada negative campaign yang ada. Anda harus pastikan orang puas pada produk Anda.

Mari kita cek produk kita hari ini, apakah pembelian ulang terjadi?

Selamat ber muhasabah...

Jika tulisan ini bermanfaat, jangan lupa share ya..

KR Business Notes
Kamis, 28 Februari 2019

PASTI BERBALAS

Pasti Berbalas

oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****

Kadang kita merasa dunia tidak adil, karena apa yang kita dapatkan terkadang tidak sesuai dengan pengorbanan yang kita lakukan.

Seorang pengusaha merasa dunia tidak adil, karena kerasnya usaha hampir-hampir tidak membuahkan hasil.

Seorang karyawan menghitung-hitung, apakah gaji yang ia dapatkan, sebanding dengan kerja yang dia lakukan.

Seorang suami tertekan, karena apa yang ia lakukan serasa tidak berbalas terima kasih yang pantas dari istrinya.

Seorang istri kecewa, karena setiap pengorbanan serasa tidak dibalas pantas oleh sang suami.

Kesemua perasaan itu membuat mereka menjadi melemah. Kesemua perasaan itu membuat mereka mulai menakar kerja mereka. Tak lagi perlu keras, tak perlu baik, tak perlu lagi positif, toh tidak berdampak apa-apa.

Jika perasaan mereka ada pada diri Anda, bukannya makin baik, kehidupan Anda akan makin susah. Makin lemah berbuat, makin enggan, makin negatif, dan makin jauh dari melesatnya kehidupan.

Sudah saatnya kita mengingat hal yang amat sederhana, bahwa Allah Maha Melihat setiap yang hambaNya lakukan. Allah Maha Menghitung setiap tetes keringat yang jatuh dalam amal baik. Allah Maha Membalas setiap amal baik yang Anda lakukan.

Jangan pernah merasa sia-sia.

Tiada kesia-siaan, ketika Anda menjajakan barang dagangan yang terus menerus ditolak.

Tiada kesia-siaan, ketika seorang karyawan memberikan kontribusi lebih kepada perusahaannya.

Tiada kesia-siaan, ketika seorang suami bekerja keras menghidupi keluarganya.

Tiada kesia-siaan, ketika seorang istri tulus melayani suaminya.

Tiada yang tersia, semua berbalas.

Hatur nuhun, doakan Rendy ya, selalu dikaruniai kebaikan.

KR Business Notes
Rabu, 27 Februari 2019

INTRINSIC MOTIVATION

Intrinsic Motivation
oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****
Seorang ilmuwan, Prof Glucksberg, Princeton University,  di tahun 1962 melakukan sebuah penelitian tentang apa yang memotivasi manusia. Dia melakukan uji coba pada dua kelompok. Satu kelompok disebut low drive, disebut low drive karena mereka cukup mengerjakan tugas tanpa sesuatu yang dijanjikan. Kelompok kedua adalah hi drive, mereka dijanjikan sejumlah uang untuk kecepatan mereka dalam menyelesaikan kasus yang diberikan.

Betapa mengejutkan, ternyata kelompok hi drive lebih lambat 13 menit daripada kelompok low drive.

Inilah yang mengejutkan banyak pihak. Ternyata uang terkadang tidak memotivasi manusia. Pemahaman ini membawa beberapa CEO dalam merancang motivasi kerja tim nya, termasuk diri mereka sendiri. Sudah saatnya commission and benefit tidak lagi menjadi satu-satunya cara menggerakkan manusia.

Para pemikir terus bekerja memecahkan misteri ini, apa sebenarnya yang memotivasi manusia? Ternyata jawabannya pada diri manusia sendiri.

Buku berjudul Drive karya Daniel H. Pink, mengemukakan sebuah tajuk yang luar biasa : The Surprising Truth About What Motivate Us. Sebuah kebenaran yang mengejutkan tentang apa yang sebenarnya memotivasi manusia.

Dan Pink meramu setidaknya ada tiga hal yang mendorong manusia dari dalam :

1. Autonomy
The desire to direct our own lives

2. Mastery
The desire to do better and better

3. Purpose
To do things because their matter. Life contribution.

Ternyata, orang-orang hebat didunia ini tidak bergerak karena uang, tetapi karena memang dorongan diri mereka sendiri. Mereka terdorong oleh pilihan hidup mereka sendiri. Mereka bergerak karena pemaknaan atas jalan hidup yang mereka pilih.

Pertanyaannya sekarang?

Apakah jalan hidup yang Anda pilih hari ini adalah pilihan Anda? Apakah Anda telah menemukan makna atas apa yang Anda kerjakan? Apakah ada keinginan di hati Anda, untuk menjadi ahli dalam pekerjaan yang Anda pilih hari ini?

"Stick and Carrot often dont works"
Terkadang hadiah dan hukuman tidak efektif menggerakkan manusia.

KR Business Notes
Selasa, 26 Februari 2019
 
Copyright by Eko Saputro